Senin, 18 April 2011

LAPORAN MESIN JIGSAW


BAB I
PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini berkembang dengan pesat, terlebih jika membuat tugas akhir sekolah akan membutuhkan ilmu yang banyak agar dalam membuat tugas akhir tersebut tidak mengalami hambatan dan kesalahan-kesalahan kecil yang dapat berpengaruh besar. Untuk itu pembelajaran dan buku-buku referensi dahulu dan ilmu yang pernah maupun yang belum didapat, wajib untuk dibaca kembali.
            Hal tersebut bertujuan agar dalam pembuatan tugas akhir sekolah ini dapat benar-benar menghitung dan merencanasecara tepat, agar tidak ada kesalahan dalam pembelian maupun penggunaan bahan.Sebagai bukti otentik yaitu berupa barang bahwa telah menyelesaikan tugas akhir sekolah, dalam bentuk benda kerja yang telah selesai, tetapi sebagai bukti tertulis dan salah satu syarat yang juga harus dipenuhi adalah dapat menyelesaikan juga laporan hasil dari pembuatan tugas akhir sekolah.

1.1  Latar Belakang Pembuatan Tugas Akhir Sekolah
Dalam era globalisasi ini banyak industri yang menggunakan mesin-mesin canggih sebagai pengganti manusia untuk mengerjakan hal-hal sulit diluar batas kemampuan manusia, untuk mengerjakan barang dengan cepat, banyak dalam waktu yang singkat juga memiliki kualitas dan kuwantitas yang baik serta ketelitian tingkat tinggi. Oleh karena itu para pekerja dituntut tidak hanya mempunyai skill saja, tetapi juga mempunyai banyak pengetahuan tentang teknologi dunia industri yang semakin maju dengan ditemukannya teknologi-teknologi baru akhir-akhir ini.
Mereka akan ditempatkan sebagai operator untuk mengoperasikan mesin apabila kinerja mesin menurun atau mengalami kerusakan serta dapat memperbaiki atau mendiaknosa kerusakan lalu melakukan perbaikan. Teknologi semacam ini tidak hanya digunakan Negara-negara maju saja, tetapi juga digunakan di Negara-negara berkembang, seperti halnya di negara tercinta ini Negara Indonesia.
Teknologi yang maju seperti saat ini di Negara Indonesia, banyak digunakan untuk menunjang Program Pembangunan Nasional. Untuk mewujutkan keadaan tersebut banyak cara dilakukan industri dan pemerintah diantaranya yaitu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan serta mematok atau membuat ukuran minimal sebagai syarat untuk dapat bekerja. Hal ini bertujuan agar dapat menciptakan pekerja yang professional dan berkualitas.
Kiat unsure ilmu pengetahuan dan teknik adalah suatu unsure yang dapat dipelajari yaitu melalui pelajaran-pelajaran di lembaga pendidikan dan juga dapat melalui buku-buku pengetahuan yang dibaca.
Sedangkan unsur kiat adalah suatu unsure yang tidak dapat diajarkan seperti halnya ilmu pengetahuan dan teknik. Akan tetapi dapat diperoleh secara langsung melaluhi pelaksanaan suatu bidang kerja sesuai profesi itu sendiri.
Selanjutnya penguasaan keahlian tersebut bisa juga kita dapatkan pada saat membuat tugas akhir sekolah. Pembuatan tugas akhir sekolah ini dapat meningkatkan penguasaan dan keterampilan dan penguasaan ilmu pengetahuan menjadi lebih baik.
Harapan utama dari pembuatan tugas akhir ini disamping siswa membuat tugas untuk dinilai, siswa dapat mengulang ilmu yang didapat dan tidak didapat sewaktu di kelas 1,2, dan 3. Harapan tersebut dapat diwujutkan apabila siswa dapat menyerap ilmu yang diberikan guru pembimbingnya secara baik.

1.2   Tujuan Tugas Akhir Studi
                 Tugas Akhir Studi merupakan program di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 Semarang, dalam pelaksanaannya mempunyai  tujuan yaitu :
a.       Melatih skill dan keterampilan siswa baik dalam kelompok maupun individu
b.      Agar siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah dan dapat meningkat, mementapkan serta memperluas pengetahuan siswa sehingga dapat mengukur kemampuan siswa.
c.       Membuat alat yang bermanfaat bagi indurti kayu rumahan.
1.3  Tujuan Penulisan Laporan
            Dalam laporan ini penulis mempunyai tujuan yaitu :
a.       Sebagai reverensi bahwa penulis telah menyelesaikan Tugas Akhir Studi (TAS).
b.      Agar dapat memenuhi syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS).
c.       Saling berbagi pengalaman dan pengetahuan antara penilis dengan pembaca yang budiman.

1.4  Manfaat Tugas Akhir Studi
                Mesin Jigsaw ( Mesin gergaji bobok ) ini dibuat untuk menirapkan ilmu yang di dapat selama belajar di sekolah maupun di industri. Mesin Jigsaw ini di gunakan untuk menggergaji gambar yang di gambar pada permukaan sebuah papan.
                  Mesin Jigsaw ini penilis angkat sebagai Tugas Akhir Sekolah (TAS) karena :
a.       Mesin Jigsaw ini adalah mesin yang bermanfaat bagi industri kayu rumahan.
b.      Menerapkan ilmu teoti maupun praktek tentang kenstruksi dengan cara membuat tugas akhir ini.
c.       Untuk mengadakan perbaikan-perbaikan terhadapa alat yang sudah ada.
1.5  Alasan Pemilihan Judul
Dalam Pengembangan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin maju berkembang dan untuk pengembangannya dibutuhkan alat-alat yang bermanfaat untuk masyarakat. Oleh karena itu, hal ini menjadi motivasi tersendiri untutk membuat sebuah mesin yang sederhana yang bermanfaat bagi manusia.
Bagi siswa SMK Negeri 7 Semarang diwajibkan untuk melaksanakan dan menyelesaikan Tugas Akhir Studi ( TAS ). Tugas Akhir Studi ini menjadi tolak ukur dalam bidang Teknik Pemesinan baik penguasaan materi ataupun daya kreatifitas yang selama ini siswa dapat di sekolah maupun saat Praktek Kerja Industri (PRAKERIN). Dengan dasar-dasar inilah kami membuat Mesin Jigsaw ( Mesin gergaji bobok) untuk merealisasikan apa yang kami dapat selama kami belajar di sekolah maupun di industri. Alat yang di buat harus memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut diantaranya memiliki bentuk dan kualitas yang baik, awet serta efektif dan efisien.
1.6       Pembatasan Masalah
Untuk lebih efektif dan menyatukan pendapat srta masalah-masalah yang salah dalam menafsirkan, membaca atau menelaah laporan ini, maka untuk menghindari hal tersubut penulis memberikan batasan-batasan laporan pada :
1.      Prinsip pengertian Mesin Jigsaw.
2.      Nama-nama bagian dari Mesin Jigsaw.
3.      Biaya yang di butuhkan untuk pembuatan Mesin Jigsaw.
4.      Cara pembuatan Mesin Jigsaw.
Demikian batasan yang penulis buat, kiranya pembaca dapat memberikan suatu pandangan pada Mesin Jigsaw ini. 

1.7   Metode Penulisan Loaporan
Penyusunan Laporan Tugas Akhir Studi ini disusun sesuai dengan data-data dan penghitungan yang penulis kumpulkan selama pembuatan Tugas Akhir Studi menggunakan metode antara lain :

a.       Metode observasi
Pengumpulan data dengan cara melihat, memeriksa dan mengamati Mesin Jigsaw secara langsung di bengkel-bengkel kayu Home Industri untuk memperoleh data secara Obyektif.

b.      Metode Interview
Metode ini penulis gunakan sebagai langkah untuk mencegah adanya kesalahan apapun kekeliruan data, maka penulis mengadakan tanya jawab langsung dengan pekerja yang ada di bengkel-bengkel kayu Home Industri dan kepada siswa jurusan Konstruksi Bangunan tenteng objek yang ingin kita buat. Dengan metode demikian penulis mendapatkan data yang akurat dan jelas. Dan melekukan interview dengan guru pembimbing yaitu Moh.Arozi ,
c.       Metode Literature
Metode ini penulis mengumpulkan data melalui buku manual Mesin yaitu buku tentang mesin-mesin gergaji kayu , buku MEKANIKA TEKNIK Jilid I karangan Drs. Bagyo Sucahyo. Kemudian data-data tersebut dipadukan dengan data-data dari praktek secara langsung dilapangan.
d.      Metode Demonstrasi
Dalam metode ini penulis mengerjakan pembuatan mesin jigsaw di bengkel sekolah .
1.8       Sistematika Penulisan Laporan
            Sistematika dalam laporan ini ditujukan untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi tiap-tiap Bab. Dalam penyusunan laporan ini secara garis besar adalah sebagai beikut :

BAB I      PENDAHULUAN
                        Bab ini menguraikan tentang hal-hal yang berhubungan dengan Latar Belakang Pembuatan Tugas Akhir Sekolah, Tujuan Tugas Akhir Studi, Tujuan Penulisan Laporan, Manfaat Tugas Akhir Studi, Alasan Pemilihan Judul, Pembatasan Masalah,  Metode Penulisan Loaporan, Sistematika Penulisan Laporan.
BAB II    TINJAUAN UMUM MESIN JIGSAW
                        Bab ini berisi tentang Dasar dan Pengertian Mesin Jigsaw, Spesifikasi Mesin Jigsaw, Fungsi mesin Jigsaw, Bagian mesin Jigsaw, Bagian pendukung Mesin Jigsaw .

BAB III  PERHITUNGAN PERENCANAAN MESIN JIGSAW
Bab ini berisi tentang perencanaan, Bahan yang dibutuhkan , Bagian Mesin Jigsaw, dan Perhitungan Konstruksi .

BAB IV  ANGGARAN BIAYA
           Bab ini berisi tentang Biaya Bahan Kerangka, Biaya Bahan Bearing, Biaya Perakitan, Biaya Finishing, Biaya Tenaga Kerja dan Biaya Total Produksi .
BAB V PROSES PEMBUATAN
           Bab ini berisi tentang uraian Pembutan Bagian Meja Mesin Jigsaw, Pembuatan Rangka Atas Pada Meja Bawah, Pembuatan Kaki Meja Bawah, Pembuatan Penguat Kaki Meja, Pembuatan Rangka Atas Pada Meja Atas, Pembuatan Kaki Meja dan Penguat kaki meja atas, Proses Pemasangan Poros Pada Bearing dan Pembutan Dudukan   bearing, Pembuatan Dudukan Motor Listrik, Pembuatan Alur Motor Listrik Pada Kaki Penguat Meja Bawah, Pembuatan Seeker, Pembuatan Tempat Penyetabil, Pembuatan Pancing Mesin Jigsaw, Finishing dan Perakitan Mesin Jigsaw, Keselamatan Kerja.
 BAB VI PENUTUP
                        Bab ini berisi tentang kesimpulan-kesimpulan, saran dan kata penutup.


DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


BAB II
TINJAUAN UMUM
MESIN JIGSAW

2.1  Dasar dan Pengertian


Gambar.1 Mesin Jigsaw
               Gergaji merupakan alat perkakas yang berguna untuk memotong benda kerja. Mesin gergaji merupakan mesin pertama yang menentukan proses lebih lanjut. Dapat dimaklumi bahwa mesin ini memiliki kepadatan operasi yang relatif tinggi pada bengkel-bengkel produksi.
Mesin-mesin gergaji memiliki konstruksi yang beragam sesuai dengan ukuran, bentuk dan jenis material benda kerja yang akan dipotong. Untuk itu dibutuhkan ketelitian seseorang agar bisa mengoperasikan gergaji itu sendiri dan dapat memotong benda kerja dengan baik dan benar
Gergaji adalah alat yang menggunakan logam pemotong yang keras atau kawat dengan tepi kasar untuk memotong bahan yang lebih lunak. Tepi logam pemotong terlihat bergerigi atau kasar. Gergaji dapat digunakan dengan tangan atau didukung listrik.
               Jig Saw seringkali disebut gergaji ukir, karena memang jigsaw adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk memotong atau menggergaji (kebanyakan kayu) dengan bentuk apa saja mulai dari bentuk kurva yang melengkung-lengkung hingga yang lurus-lurus. Jadi kelebihan Jigsaw adalah dapat memotong dengan pola yang tidak lurus karena gergaji lain rata-rata hanya bisa memotong lurus-lurus saja. Prinsip kerjanya gergaji jigsaw bergerak naik turun saat memotong.
2.2  Spesifikasi Mesin Jigsaw
            Spesifikasi mesin Jigsaw adalah sebagai berikut :
-          Meja 1 dengan ukuran 100 x 50 x 67 cm.
-          Meja kerja dengan ukuran 40 x 50 x 28 cm.
-          Tapak meja ukuran 3 x 4 cm.
-          Dudukan motor, bearing dan lengan dengan panjang 50 cm.
-          Plat untuk lengan dengan ukuran  12 x 3 cm.
-          Plat lengan dengan ukuran 50 x 3 cm.
-          Plat eksentrik dengan ukuran 5 x 5 x 0,5 cm.
-          Plat meja kerja dengan ukuran 40 x 50 x 0,5 cm.
-          Plat pancing dengan ukuran 47 x 2 x 1,5 cm.
-          Besi cor kotak dengan ukuran 4 x 3 x 1,5 cm.
-          Besi cor kotak dengan ukuran 9 x 1 x 1 cm.

2.3  Fungsi mesin Jigsaw
     Jigsaw adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk memotong atau menggergaji (kebanyakan kayu) dengan bentuk apa saja mulai dari bentuk kurva yang melengkung-lengkung hingga yang lurus-lurus. Prinsip kerjanya gergaji jigsaw bergerak naik turun saat memotong.


2.4  Bagian mesin Jigsaw
a.       Bagian meja bawah
Dengan ukuran 100 x 50 cm , dan tinggi kaki meja 75 cm .
b.      Bagian meja atas
Dengan ukuran 50 x 50 cm , dan tinggi kaki meja 30 cm .
2.5  Bagian pendukung Mesin Jigsaw
1.      Bearing
2.      V-belt Type A-47
3.      Motor listrik ¼ pk


BAB  III
PERHITUNGAN PERENCANAAN
MESIN JIGSAW

3.1                   Perencanaan
       Dalam pembuatan konstruksi meja mesin yang kuat dan aman serta tidak memakan biaya yang banyak maka dibutuhkan perencanaan yang tepat dan perhitungan bahan yang tepat, karena tanpa adanya perencanaan yang tepat maka hasilnya tidak dapat di pertanggungjawabkan. Disinilah perencanaan tersebut sangat diperlukan. Dengan dilakukan perencanaan akan diketahui jenis bahan yang digunakan, kebutuhan bahan, perincian biaya dan lain sebagainya. Maka sebelum dilakukan pembuatan alat dapat diperhitungkan terlebih dahulu kebutuhannya. Didalam perencanaan konstruksi meja mesin ada beberapa factor yang perlu direncanakan yaitu meliputi :
1.      Perencanaan konstruksi
2.      Perencanaan anggaran biaya
       Didalam perencanaan-perencanaan ini tidak bias merencanakan secara detai karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan. Perencanaan pembuatan konstruksi meja mesin adalah sebagai berikut :
a.       Rangka Meja Mesin
            Pembuatan meja mesin JIGSAW dibutuhkan 2 meja. Meja pertama sebagai tampat dinamo dan tempat bearing sebagai penggerak gergaji. Meja kedua sebagai tempat landasan penggergajian kayu yang akan diukir.
            Meja pertama merupakan konstruksi dengan menggunakan 4 kaki dan di kondisikan sedemikian rupa agar meja mesin Jigsaw awet dan tak mudah rusak ketika menerima getaran dari motor listrik.
            Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1.      Bahan meja dengan jumlah 10 Kg.
2.      Bahan meja dari besi siku dengan ukuran 35 mm dan tebal 2 mm.
            Konstruksi meja ke dua merupakan konstruksi dengan menggunakan 4 kaki dan dipasang diatas meja pertama dan di desain sedemikian rupa agar tidak mudah rusak ataupun patah. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1.      Bahan meja jumlah 3 Kg.
2.      Bahan meja adalah besi siku 35 mm dan tebal 2 mm.
3.      Keselamatan kerja.
3.2         Bahan yang dibutuhkan
a)       Besi siku ukuran 35 mm dan tebal 2 mm.
-          Panjang 630 x 4        = 2520
-          Panjang 100 x 2        = 2000
-          Panjang 500 x 2        = 1000
-          Panjang 996 x 2        = 1992
-          Panjang 496 x 2        =   992
-          Panjang 310 x 4        = 1240
-          Panjang 50 x 2                      =   100
-          Panjang 40 x 2          =    80         +  
Total                             9924 mm
             
b)       Plat strip tebal 5 mm
-          Panjang 500 x 2                    = 1000
-          Panjang 800 x 2                    =   800
-          Panjang 40 x 4                      =   160
-          Panjang 50 x 2                                  =   100
-          Panjang 50 x 40 1 buah        =     50       +
Total                                        =  2110
c)      Bearing
Bearing gunanya untuk membuat bantalan dari bagian dalam (inner race) dan luar (outer race) bergerak/berputar dengan lancar satu terhadap yang lain dengan gesekan yang minimal. Ada macam-macam bearing, tapi secara prinsip sama yaitu agar bagian dalam (inner race) dapat berputar terhadap bagian luar (outer race) secara smooth / halus.
-          Bearing poros                       : UCP 203
-          Bearing eksentrik     : 608 z
-          Bearing Pancing       : 603 z


d)      Mur dan Baut


Gambar.2  Mur dan baut
Alat pengikat yang sangat penting, untuk mencegah kecelakaan atau kerusakan pada mesin. Pemeliharaan mur dan baut sebagai alat pengikat harus dilakukan secara seksama  untuk mendapatkan ukuran yang sesuai, faktor penting  seperti gaya kerja pada baut dan syarat kerja kekuatan bahan patut di perhitungkan.
diperlukan adalah 2 jenis :
-          M 10 x 40 untuk motor listrik             = 4 buah
-          M10 x 40 untuk dudukan motor         = 4 buah
-          M10 x 40 untuk pondasi meja             = 4 buah
-          M10 x 40 untuk bearing                      = 4 buah
-          M10 x 40 untuk penyangga                = 4 buah
-          M8 x 50                                             = 8 buah

e)      V-belt

Gambar.3 V-belt
                Sabuk/belt berfungsi untuk memindahkan putaran dari poros satu lainnya, baik putaran tersebut pada kecepatan putar yang sama maupun putarannya dinaikkan maupun diperlambat, searah dan kebalikannya. Sabuk V terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapesium. Sabuk V dibelitkan di sekeliling alur pulley yang berbentuk V pula. Transmisi sabuk yang bekerja atas dasar gesekan belitan mempunyai beberapa keuntungan karena murah harganya, sederhana konstruksinya dan mudah untuk mendapatkan perbandingan putaran yang diinginkan.  Type V –belt yang digunakan A – 47.
f)       Pulley



Gambar.4 Pulley
Pulley sabuk dibuat dari besi-cor atau dari baja.Untuk konstruksi ringan diterapkan pulley dari paduan aluminium. Pulley sabuk baja terutama cocok untuk kecepatan sabuk yang tinggi (diatas 35 m/det).
g)      Motor listrik
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu.Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan merubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektro magnit. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap. Dalam mesin Jigsaw ini motor listrik yang digunakan bertenaga 1\4 pk.


h)  Ring
             
                        Gambar.5 Ring
Ring berfungsi sebagai penguat ikatan antara mur dan baut. Jika baut mengikat komponen lain tanpa mur, maka ring juga berguna sebagai pengunci baut dengan part itu.

c . Fasilitas Peralatan
No
Nama Alat
Spesifikasi
Satuan
Jumlah
Pemilik
1
Bor ø 5,10,11 mm
Standar
buah
1
Sekolah
2
Center putar
Standar
buah
1
Sekolah
3
Chuck drill
Standar
buah
1
Sekolah
4
Gerinda potong
Standar
buah
1
Sekolah
5
Gerinda tangan
Standar
buah
2
Sekolah
6
Job sheet
Standar
buah
5
Sekolah
7
Kunci pas
Standar
set
1
Sekolah
8
Mesin bor
Standar
buah
2
Sekolah
9
Mesin bubut
Standar
buah
2
Sekolah
10
Mistar sorong ( schuitmate)
Ketelitian 0,05 mm
buah
4
Sekolah
11
Obeng plus (+)
Standar
buah
2
Sekolah
12
Pahat alur
Standar
buah
2
Sekolah
13
Pahat dalam
Standar
buah
2
Sekolah
14
Pahat rata kanan
Standar
buah
2
Individu
15
Pesawat las listrik
Standar
buah
1
Sekolah

3.3                                             BAGIAN MESIN JIGSAW
a)                  Poros
            Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Peranan utama dalam transmisi seperti itu dipegang oleh poros. Poros dapat dibedakan kepada 2 macam, yaitu :
1. Poros dukung; poros yang khusus diperuntukkan mendukung elemen mesin yang berputar.
2. Poros transmisi / poros perpindahan; poros yang terutama dipergunakan untuk memindahkan momen puntir.
Poros dukung dapat dibagi menjadi poros tetap atau poros terhenti dan poros berputar. Pada umumnya poros dukung itu pada kedua atau salah satu ujungnya ditimpa atau sering ditahan terhadap putaran. Poros dukung pada umumnya dibuat dari baja bukan paduan. Untuk merencanakan sebuah poros, hal-hal berikut ini perlu diperhatikan, misalnya kekuatan poros. Suat poros dapat mengalami beban puntir atau lentur atau gabungan antara puntir dan lentur. Juga ada poros yang mendapat beban tarik atau tekan. Kelelahan, tumbukan, atau pengaruh konsentrasi tegangan bila diameter poros diperkecil atau bila poros mempunyai alur pasak, harus diperhatikan. Sebuah poros harus cukup kuat untuk menahan beban-beban diatas. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Suastawa, dkk, (2003), bahwa kecepatan putaran poros akan berpengaruh terhadap hasil. Semakin cepat atau tinggi putaran poros, maka presentase bahan yang akan terpotong juga akan semakin besar. Hal ini telah diujicobakan pada alat pemotong rumput.
bahan dalam keadaan cukup kering.
b).        Seeker
            Setang adalah suatu batang persgi empat yang berfungsi untuk menggerakan naik turun komponen mesin jigsaw . Dibuat dari besi yang difrais hingga halus kemudian difinishing dengan surface grinding , dengan panjang 100 mm ,lebar 10 mm, tinggi 10 mm.




3.4              Perhitungan Konstruksi
v  Kcepatan pully
n = 1400 rpm
d pulli = 2 “
D pulli = 6 “
perbandingan pulli motor berpuatar 3 kali dan as berpuatar 1 kali :
-                                              Gerak banyaknya = 1400 rpm/3 = 466,6 rpm
-                                              n gergaji = gerak/jarak eksentrik =
466,6/8 =58,32 rpm
v  Mpt = 71620 N/n
Daya motor = ¼ pk
Putaran motor = 1400 rpm
            Mpt = 71620 N/n
 = 71620 . 1/2
1400
 = 25,57 kg cm
v  Besarnya gaya keliling
P = 71620 N/n.R
   = 71620 . 0,25 / 1400.76,2
  = 17905/106680
  = 0,1678 Kg

v  Tegangan Bengkok
Tb = 0,8 . Tt
Tt = st 40 = 390 N/mm2
Tb = 0,8 . 390 = 312 N/mm2
v Mencari gaya ( F ) yang bekerja pada poros

                       
                        312= 16.F.L
                                3,14.d³
                        312= 16.F.25
                               3,14.19,05³
                           F= 312.3,14.19,05³
                                    16.25
                             = 16932,037 Kgf


BAB IV
PERENCANAAN BIAYA

            Perencanaan biaya dalam pembuatan mesin jigsaw ini dibagi menjadi 6 macam , yaitu :
-        Biaya bahan kerangka
-        Biaya bahan bearing
-        Biaya perakitan
-        Biaya finishing
-        Biaya tenaga kerja
-        Biaya total produksi

Berikut ini adalah perincian perencanaan biaya pembuatan mesin jigsaw :
4.1       Biaya bahan kerangka
Untuk membuat kerangka bahan yang dibutuhkan yaitu :
a.       Besi siku lebar 3,5 mm dan lebarnya 2 mm.
Banyaknya besi siku yang dibutuhkan adalah 16000 mm atau 16 m . Dengan harga per meter Rp 11.500, 00 maka jumlah harga besi siku adalah Rp 11.500 x 16 = Rp 184.000, 00 .
b.      Besi plat lebar 35 mm tebal 5 mm.
Banyaknya besi plat strip yang dibutuhkan adalah dengan 2 m . Dan harga per meternya Rp 17.500 ,00 .Sehingga biaya yang dibutuhkan adalah     Rp 12.500 x 2 = Rp 25.000 ,00 .
c.       Besi kotak ( pipa kotak ) 20 mm x 20 mm tebal 2 mm.
Banyaknya pipa yang dipakai dengan panjang 1 m , dengan harga per meter adalah Rp 7500 ,00 .Sehingga harganya 1 x 7.500 = Rp 7.500,00 .
d.      Besi Cor kotak 50 mm x 40 mm tebal 10 mm
Banyaknya besi cor adalah 2 buah , dengan harga per buah Rp 5000,00 . Sehingga jumlah harga 2 x 5000 = Rp 10.000 ,00 .
e.       Besi cor kotak 10 mm x 10 mm panjang 900 mm
Banyaknya besi cor yang dibutuhkan adalah 1 buah , dengan harga per buah Rp 3.500, 00 . Jadi harganya 1 x 3.500 = Rp 3.500 , 00 .
f.       Plat 100 x 200 mm tebal 5 mm
Banyaknya plat yang dibutuhkan adalah 1 buah . dengan harga Rp 4.000 ,00 .
g.      Besi plat 400 mm x 500 mm tebal 5mm
Banyaknya besi plat yang dibutuhkan adalah 1 buah . Jadi harganya Rp49.000 ,00 .

Biaya kerangka total :
Besi siku lebar 35 mm tebal 2 mm =                             Rp 184.000,00
Besi plat 35 mm tebal 5 mm =                                       Rp   25.000,00
Besi kotak 20 mm x 20 mm tebal 2 mm =                     Rp    7.500,00
Besi cor 50 mm x 40 mm tebal 10 mm =                       Rp  10.000,00
Besi cor kotak 10 mm x 10 mm panjang 100 mm =      Rp    3.500,00
Plat 100 mm x 200 mm tebal 5 mm =                           Rp    4.000,00
Plat 400 mm x 500 mm tebal 5 mm =                           Rp  49.000,00 +
Jumlah                                                                           Rp 283.000,00

4.2       Biaya bahan bearing
                        Meja mesin jigsaw memerlukan bearing  untuk pergerakan serta esentrik . Bearing yang digunakan baru dan kondisinya bagus . Perincian biaya sebagai berikut :
                                  ·          Bearing yang digunakan adalah bering ucp 203 dengan harga per buahnya adalah Rp 25.000,00 . Bearing yang dibutuhkan adalah 2 buah . Sehingga harganya adalah Rp 25.000 x 2 = Rp 50.000,00 .
                                  ·          Bearing untuk pergerakan eksentrik adalah bearing 608 z dengan harga per buah adalah Rp 5.000 ,00 . Bearing yang dibutuhkan adalah 2 buah , jadi harga adalah 2 x Rp 5.000 = Rp 10.000,00 .
                                  ·          Bearing untuk pergerakan pancing adalah 603 z dengan harga per buah adalah Rp 6.000 ,00 .Bearing yang dibutuhkan adalah 1 buah , jadi harga bearing Rp. 6.000,00.
                                  ·          As yang digunakan adalah besi St 40 dengan Ø 2 “ dan panjangnya 400 mm , dengan harga Rp 69.000 ,00 .
                                  ·          Motor yang digunakan pada mesin jigsaw adalah berkekuatan ¼ pk dengan harga Rp 290.000,00 .
                                  ·          Pulley pada As adalah pulley berukuran b “ diameter luarnya . Dengan harga Rp 32.500,00 . beserta V-belt  type 47A dengan harga Rp 10.000,00 .   

Biaya total :
Bearing ucp 203 =                   Rp  50.000 ,00
Bearing 608 z =                       Rp  10.000, 00
Bearing 603 z =                       Rp    6.000, 00
AS =                                        Rp   69.000, 00
Motor =                                   Rp 290.000, 00
   Pulley dan V-belt =                 Rp   42.500, 00 +
Jumlah =                                  Rp  467.500, 00

4.3              Biaya perakitan
Perakitan dilakukan dengan meyambung bagian dengan las serta mengikat dengan mur dan baut . Adapun perincian tersebut adalah :
Biaya sekrup = 1 buah mur dan baut M 16 x 80 =     Rp 6.300, 00
10    buah M 8 x 50 =                           Rp 7.000, 00
4buah M 7 x 50 =                              Rp 2.000, 00
2buah M 6 x 50 =                              Rp 2.800, 00
4buah M 12 x 35 =                            Rp 4.000, 00
                                            25buah M10 x 35 =                           Rp 25.000, 00
                              Biaya mengelas dengan elektroda =               Rp 60.000, 00 +
                              Jumlah =                                                          Rp 104.300, 00

4.4              Biaya Finishing
Finishing adalah proses akhir dari pengerjaan , proses yang dilakukan adalah penggerindaan , pengamplasan , sampai pengecatan . Biaya yang diperlukan adalah :
Banyaknya
Nama Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
3 lembar
Amplas
      Rp 1.200, 00
     Rp   3.600, 00
2 buah
Batu gerinda
    Rp 7.500, 00
Rp 15.000, 00
1 kaleng
Dempul
Rp 16.000, 00
Rp 16.000, 00
2 kaleng
Cat Hijau Metalic
     Rp 25.000, 00
      Rp 50.000, 00
4 liter
Tiner super
    Rp 8.500, 00
Rp 34.000, 00


Jumlah
Rp 118.600, 00

4.5              Biaya Tenaga Kerja
Pembuatan mesin Jigsaw ini dikerjakan selama 12 hari oleh 5 orang . Gaji tiap orang Rp 10.000, 00/ hari. maka jumlah gaji pekerja :
12                                                              x 10.000 x 5 = Rp 600.000, 00 .
Biaya untuk menyewa peralatan :
NO
PERALATAN
BIAYA SEWA
1
Mesin Bubut
Rp 20.000,00
2
Mesin Bor
Rp 20.000,00
3
Gerinda Potong
Rp 20.000,00
4
Gerinda Tangan
Rp 10.000,00
5
Pesawat Las Listrik
Rp 20.000,00

Jumlah
Rp 90.000,00


4.6              Biaya Total Produksi
                              ·          Biaya kerangka =          Rp 283.000,00
                              ·          Biaya Bearing    =          Rp 467.500, 00
                              ·          Biaya Perakitan =         Rp 104.300, 00
                              ·          Biaya Finishing =          Rp 118.600, 00
                              ·          Biaya tenaga kerja =      Rp 600.000, 00
                              ·          Biaya sewa peralatan=  Rp   90.000, 00 +
Jumlah =                        Rp 1.663.400, 00


BAB V
PROSES PEMBUATAN MESIN JIGSAW

Setelah melalui tahap-tahap yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya,maka pekerjaan pembuatan mesin jigsaw dapat dimulai.pengerjaan tersebut harus dikerjakan dengan teliti,Langkah yang benar dan tepat merupakan suatu hal yang penting dalam suatu hal pembuatan komponen maupun dalam proses perakitan.efektivitas perlu dijaga,diperhatikan dalam pembuatan mesin jigsaw ini,sebab hal ini berpengaruh terhadap pertimbangan tenaga,waktu dan biaya yang diperlukan untuk pembuatan mesin jigsaw.

5.1  Pembuatan bagian meja mesin jigsaw
didalam pembuatan meja mesin jigsaw ini diperlukan 2 meja yang ukurannya berbeda.
A.    Proses pembuatan meja atas dan bawah
Bagian meja bawah ini diperlukan beberapa peralatan yang ada disekolah.alat-alat yang di butuhkan :
-          Mesin las
-          Gergaji tangan
-          Gerinda potong
-          Gerida tangan
-          Penyiku
-          Meteran
-          Penggores
-          Palu
-          Penitik
Proses pekerjaan dilaksanakan di bengkel las dengan alat-alat yang telah disediakan dan dikelompokan berdasarkan jenis peralatan atau mesin.
B.     Pemotongan bahan
Pemotongan bahan dilakukan menurut perhitungan yang dilakukan pada bab IV.pemotongan dilakukan secara terpisah sesuai dengan ukuran dan jumlah yang telah ditetapkan.Pemotongan bahan dilakukan dengan menggunakan gergaji tangan dan gerinda potong.

5.2    Pembuatan rangka atas pada meja bawah

Gambar.6 Meja Bawah
Rangka atas meja bawah adalah tempat meletakan bearing,meja atas dan penyngga gergaji.
Proses pembuatan rangka atas meja bawah:
-          Menyiapkan dan memotong besi siku ukuran 30 x 2 mm panjang 50 cm dan 100 cm (dengan ujung di buat sudut 45˚).
-          Mengelas panjang besi siku dan lebar besi siku kemudian di seting dengan alat bantu penyiku.

5.3    Pembuatan kaki meja bawah

Gambar.7 Kaki Meja
Kaki meja digunakan untuk menyangga rangka atas meja bawah.
Proses pembutan kaki meja :
-        Menyiapkan dan memotong besi siku 30 x 2 mm panjang 750 mm.
-          Menyeting kaki meja dengan alat bantu penyiku.
-          Mengelas pada setiap sisi kaki meja dengan membentuk sudut 90˚.
5.4  Pembuatan penguat kaki meja
Penguat kaki meja berfungsi untuk membuat kaki meja tetap lurus,seimbang dan kokoh.
Proses pembutan penguat kaki meja :
-          Menyiapkan dan memotong besi siku 30 x 2 mm panjang 996 mm sebanyak 2 buah dan memotong besi siku 30 x 2 mm dengan panjang 460 mm sebanyak 2 buah.
-          Menyeting besi yang telah dipotong dengan membentuk persegi panjang dengan menggunakan alat bantu penyiku.
-          Mengelas pada setiap sisi.
-          Memasang kaki meja pada ketinggian 400 mm dari rangka atas meja bawah dan kemudian mengelas.
5.5  Pembutan rangka atas pada meja atas

Gambar.8 Meja Atas
Rangka atas pada meja atas berguna untuk tempat landasan kayu yang akan di ukir.
Proses pembutannya tidak jauh beda dengan proses pembutan meja bawah.tapi ukurannya berbeda yaitu 500 x 500 mm.
5.6  Pembuatan kaki meja dan penguat kaki meja atas
   Kaki meja di gunakan untuk penyngga ranka atas meja atas.
               Proses pembutanya tidak jauh beda dengan proses pembuatan kaki meja bawah hanya ukuran yang berbeda yaitu 300 mm.kemudian pada meja atas diberi plat untuk tatakan benda kerja , dengan cara dilas.
5.7  Proses pemasangan poros pada bearing dan pembutan dudukan bearing

Gambar.9 Dudukan Bearing
a.      Memotong besi siku dengan ukuran panjang 460 mm sebanyak 2   buah.
b.      Mengebor besi siku dengan jarak dari ujung 15 cm dan dibor diameter 12 mm.
c.        Membuat alur untuk penyetelan bearing dengan menggunakan mesin Blander,berhubung di sekalah tidak ada mesin tersebut maka dapat di gantikan dengan cara mengebor berurutan sampai panjang yang ditentukan.
d.      Menggerinda  bekas bor-boran tersebut agar membentuk alur bearing.
e.       Memasukan poros pada bearing dengan jarak antara bering 1 dan 2 sepanjang ± 25 cm.
f.       Mengelas frame dudukan bearing pada meja dan ketentuan jarak frame yang paling dekat dengan salah satu ujung meja sepanjang 185 mm dan jarak frame dudukan berikutnya sepanjang 140 mm dari dudukan pertama.
5.8  Pembuatan dudukan motor listrik
Gambar.10 Dudukan Motor Listrik
-          Memotong besi siku ukuran panjang 460 mm sebanyak 2 buah.
-          Mengebor Besi tersebut ukuran jarak salah satu ujung besi sepanjang ±10 mm bor yang digunakan Ø 12 mm.
-          Mengebor ujung besi siku tersebut dengan ukuran panjang sama persis pada saat mengebor ujung satunya.
5.9  Pembuatan alur motor listrik pada kaki penguat kaki meja bawah
-          Membuat alur untuk penyetelan posisi motor listrik menggunakan cara sama pada saat membuat alur penyetelan bearing.
-          Ukuran jarak alur yang paling dekat ujung kaki penguat meja sepajang 400 mm dan alur keduanya berjarak 10 mm dari jarak alur kedua.
-          Panjang alur sepanjang ± 20 cm.
5.10     Pembuatan Piston

Gambar.11 Piston
-  Memotong besi kotak dengan ukuran panjang 151 mm , lebar 10 mm dan tebal 10 mm.
-  Kemudian melakukan penghalusan di mesin frais dan surface grinding sehingga berukuran benda kerja panjang 150 mm, lebar 9 mm dan tebal 10 mm.
-  Dibor Ø 8 mm , titik pusat berjarak 5 mm dari tepi benda kerja.

5.11     Pembuatan tempat penyetabil

Gambar.12 Tempat Penyetabil
-  Memotong besi siku dengan panjang 200 mm, lebar 35 mm , tebal 2 mm sejumlah 2 buah .
-  Memotong besi siku dengan panjang 100 mm, lebar 35 mm , tebal 2 mm . dan mengebor Ø 6 mm ( 2 buah ) pada tengah besi siku.
-  Memotong plat strip dengan panjang 35 mm, lebar 35 mm  tebal 2 mm ( dipotong 2 buah ) dan mengebor Ø 6 mm ( 1 buah ) pada tengah besi siku.
-  Mengelas bagian diats sehingga menjadi tempat penyetabil .
- kemudian pembuatan penyetabil untuk bagian sekker .

5.12     Pembuatan pancing mesin jigsaw

Gambar.13 Pancing Mesin Jigsaw
-        Memotong besi hollow dengan panjang 792 mm , lebar 20 mm, tebal 20 mm.
-        Mengebor Ø 8 mm , pada jarak 10 mm dari tepi besi hollow.
Gambar.14 Penahan Per
-        Pembuatan penahan per , dengan memotong besi neser Ø 5 mm, dengan panjang 165 mm , lalu dibengkokan dengan radius 25 mm.
Gambar.15 Rumah Bearing
-        Pembuatan rumah bearing , memotong besi St 40 dengan panjang 22 mm dan Ø 55 mm.
-        Kemudian membubut muka sehingga mendapatkan panjang 20 mm.
-        membubut benda kerja hingga mendapatkan Ø 51 mm.
-        Mengebor benda kerja sampai Ø 35 mm. Lalu dilas digabungkan dengan pancing.
-        Pembuatan penyangga pancing , memotong plat strip dengan panjang 500 mm, lebar 35 mm tebal 2mm ( 2 buah ). Lalu dibor Ø 16 mm pada tengah plat strip , jarak 40 mm dari tepi plat.
Gambar.16 Plat Penyangga
-        memotong plat strip dengan panjang 100 mm, lebar 35 mm tebal 2mm. Lalu dibor Ø 10 mm pada kedua ujung tepi ( 2 buah ). Setelah itu dilas dengan penyangga pancing. Penahan per disambungkan dengan penyangga pancing dengan dilas. Dan mengelas 2 buah plat strip dengan panjang 25 mm,lebar 20 mm dan tebal 5 mm.
-        Mengikat baut dan mur M 15 pada penyangga pancing.
5.13     Finishing
Finishing ini dilakukan untuk memeriksa dan memperbaiki bagian-bagian komponen mesin jigsaw.Pada proses ini meliputi beberapa kegiatan yaitu:
-          Pemeriksaan hasil pengelasan dan perbaikan hasil pengelasan yang keropos.
-          Pemeriksaan bentuk-bentuk komponen mesin jigsaw agar sesuai dengan ukuran pada gambar.
-          Penggerindaan hasil pengelasan agar terlihat rapi.
-          Pendempulan hasil pengelasan.
-          Pengamplasan hasil dempulan agar lebih halus dan rapi sehingga pada saat pengecetan hasilnya bagus.
5.14     Painting
Painting dilakukan agar komponen yang terbuat dari besi terlindungi dari karatan (keropos) dan juga agar mesin jigsaw terlihat indah.
a.       Pengecetan komponen mesin jigsaw
-          Membersihkan rangka meja dengan amplas kemudian dilanjutkan pembersihan dengan makjun yang tercampur thinner.
-          Menyiapkan cat dasar dan melakukan pengecetan dasar sampai rata (dipoxy).
-          Menyiapkan cat hijau metalic,kompesor dan spey gun.
-          Mengatur angin sprey gun sampai angin yang keluar kecil.
-          Masukan cat hijau metalic dan melakuakan penyemprotan ke rangka mesin jigsaw.


5.15     Perakitan mesin jigsaw
Perakitan dilakukan setelah cat kering.Penyatuan antar komponen lainya menggunakan mur dan baut.Langkah perakitan sebagai berikut:
         5.15.1 Memasang bearing pada dudukan.
-          Sebelum memasang bearing pada dudukan,langkah awal yang harus dilakukan adalah memasng pully pada poros.
-          Setelah pully terpasang pada poros,bearing siap ditempatkan pada dudukan.
-          Mengatur posisi bearing dengan ukuran yang telah ditentukan.
-          Mengencangkan bearing dengan mur baut pada dudukan.
                        5.15.2 Memasang motor listrik pada dudukan
-          Mengatur posisi motor listrik.
-          Posisi pully pada motor hrus lurus dan sejajar pada pully pada bearing.
-          Mengencangkan motor listrik dengan mur baut.
5.15.3    Memasang V-belt
-          Memasukan V-belt pada pully motor.
-          Mengembangkan pully motor dengan pully bearing menggunakan V-belt.


5.15.4    mememasang pancing
-            Mengikat plat penahan pancing dengan dudukan pada meja jigsaw dengan baut dan mur  M 10 .

5.16   Keselamatan Kerja
            Keselamatan kerja yang digunakan saat melakukan praktek pembuatan Tugas Akhir Sekolah (TAS) adalah :
                                 1.         Memakai topeng las saat mengelas.
                                 2.         Memakai kacamata saat menggerinda benda.
                                 3.         Memakai werpack saat pada dibengkel.
                                 4.         Memakai sepatu PDH saat melakukan pekerjaan.
                                 5.         Menjaga Kebersihan Bengkel.                       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar